PT SMI Memperkenalkan ORIS untuk Mendorong Partisipasi Investor Ritel di Jawa Barat
Jawa Barat, Kota Bandung – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) menghadirkan instrumen investasi baru bernama Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) kepada masyarakat Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas partisipasi investor ritel dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Acara sosialisasi yang digelar di Kota Bandung turut dihadiri oleh Team Leader Divisi Keuangan dan Hubungan Investor PT SMI, Niko F. Simatupang, serta perwakilan Joint Lead Underwriter. Salah satu dari mereka adalah Head of Investment Banking Capital Market PT BRI Danareksa Sekuritas, Edwin Sukri. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran resmi ORIS yang sebelumnya dilakukan di Jakarta pada Senin (9/3/2026).
Manfaat ORIS bagi Investor dan Masyarakat
Melalui ORIS, PT SMI menawarkan instrumen investasi yang tidak hanya memberikan potensi return tinggi, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional. Dana yang diperoleh dari ORIS akan dialokasikan ke proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko ketat, termasuk aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang.
“Kami ingin memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata,” ujar Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti.
Penerbitan ORIS merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp300 miliar. Instrumen ini mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat sebagai pondasi utama Perseroan.
Kehadiran ORIS sebagai Inovasi Pembiayaan Berkelanjutan
Sebagai DFI (Development Financial Institution), setiap instrumen yang diterbitkan oleh PT SMI dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif. Sejak berdiri pada tahun 2009, PT SMI telah aktif membiayai proyek strategis di berbagai sektor seperti transportasi, energi terbarukan, fasilitas kesehatan, hingga penyediaan air minum.
Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat basis investor ritel domestik. Literasi investasi di wilayah tersebut terus berkembang positif, dan masyarakat tidak hanya aktif dalam kegiatan kewirausahaan, tetapi juga semakin aktif dalam berinvestasi.
Kontribusi ORIS untuk Pembangunan Nasional
Direktur Operasional & Keuangan PT SMI Aradita Priyanti menambahkan bahwa pihaknya ingin menghadirkan instrumen yang bukan hanya rasional secara finansial, tetapi juga bermakna secara sosial. “Ketika masyarakat berpartisipasi melalui ORIS, di situlah tumbuh rasa memiliki terhadap pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat literasi dan kedewasaan investasi nasional,” ucap dia.
Data Kementerian Investasi/BKPM RI menunjukkan bahwa realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun sepanjang 2025, menjadikannya provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia. Peningkatan ini turut mendorong aktivitas ekonomi daerah, termasuk pertumbuhan industri, usaha kecil dan menengah, serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
Fitur dan Mekanisme ORIS
Dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memenuhi prinsip keberlanjutan sesuai pedoman Sustainable Funding Framework PT SMI. ORIS menawarkan tenor 1 tahun (370 hari kalender) dan 3 tahun dengan kupon masing-masing sebesar 5,60% dan 6,05% per tahun. Nilai minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 juta dengan kelipatan tambahan sebesar Rp1 juta.
Dalam proses penawaran umum ini, PT SMI bekerja sama dengan sejumlah Joint Lead Underwriter yaitu PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.












