Bisnis  

Bank digital mulai layani penarikan tunai di ATM bank konvensional



Ekspansi Bisnis Bank Digital dengan Layanan Tarik Tunai di ATM Konvensional

Bank digital semakin aktif dalam memperluas layanannya, salah satunya dengan menyediakan fasilitas tarik tunai melalui mesin ATM milik bank konvensional. Salah satu contohnya adalah Bank Aladin Syariah. Presiden Direktur Bank Aladin, Koko Rachmadi, menjelaskan bahwa saat ini seluruh nasabah dari bank digitalnya dapat melakukan transaksi tarik tunai melalui mesin ATM PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

“Saat ini, kami baru bekerja sama dengan BCA yang memungkinkan nasabah bisa melakukan tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA,” ujar Koko dalam acara buka bersama Bank Aladin, Rabu (11/3/2026). Ia menambahkan bahwa layanan ini dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 per transaksi.

Koko juga menyebutkan bahwa Bank Aladin akan membuka kerja sama serupa dengan bank konvensional lainnya ke depannya. Dengan adanya layanan tarik tunai tersebut, ia memproyeksikan peningkatan jumlah transaksi Bank Aladin di tahun 2026.

Pada 2025, total transaksi yang dilayani Bank Aladin mencapai sekitar 14 juta per bulan, naik dari 6 juta transaksi per bulan pada 2024. Hal ini menunjukkan pertumbuhan pesat dari layanan digital yang disediakan oleh bank tersebut.

Peran Bank Digital dalam Ekspansi Bisnis

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai langkah bank digital dalam menyediakan layanan tarik tunai sebagai bentuk ekspansi bisnis dalam industri perbankan. Menurutnya, ini adalah upaya untuk memperluas aksesibilitas nasabah.

Myrdal mengatakan kerja sama antara bank digital dan bank konvensional saling menguntungkan. Bank digital dapat memperluas pasar, sedangkan bank konvensional terbantu dalam memotong biaya operasional ATM.

“Dengan masuknya bank digital atau bank lain, tentu ada penghematan biaya operasional dalam melakukan maintenance ATM. Ini diharapkan bisa membuat performa keuangan bank konvensional lebih efisien,” ujarnya.

Ia juga menilai jika kerja sama ini dilakukan oleh bank digital lainnya, maka bank konvensional akan semakin meningkatkan jumlah mesin ATM. Hal ini akan sangat menguntungkan nasabah, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki populasi padat dan akses yang belum tercover dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan Jumlah Mesin ATM di BCA

Dari sisi perbankan konvensional, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn, menilai kehadiran ATM masih sangat diperlukan, khususnya bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi. Per Desember 2025, BCA memiliki 20.163 mesin ATM yang tersebar di seluruh Indonesia, meningkat dari 19.453 mesin pada tahun sebelumnya.

Hera menyebutkan bahwa BCA akan menambah jumlah mesin ATM dengan fokus pada jenis mesin CRM. “Kami memproyeksikan penggunaan mesin ATM akan terus tumbuh ke depannya selaras dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Pengembangan Layanan Digital di CIMB Niaga

Di sisi lain, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, lebih mengutamakan pengembangan layanan digital di luar mesin ATM. Menurutnya, penggunaan atau transaksi di mesin ATM terus menurun seiring meningkatnya minat terhadap transaksi digital yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi nasabah.

Per Desember 2025, jumlah mesin penarikan dan pengiriman tunai CIMB Niaga berkurang menjadi total 2.786 mesin dari 3.265 mesin pada Desember 2024. Hal ini menunjukkan pergeseran strategi bank dalam menghadapi tren digitalisasi perbankan.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *