Enam Orang Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss

Tragedi Mencekam di Kerzers, Swiss: Seorang Pria Membakar Bus dalam Waktu Singkat

Pada Selasa (10/3/2026), sebuah peristiwa mencekam terjadi di kawasan Kerzers, Swiss. Seorang pria berusia sekitar 60 tahun nekat membakar sebuah bus umum yang sedang melintasi wilayah tersebut. Kejadian ini terjadi dengan sangat cepat dan memicu kepanikan besar di antara para penumpang serta warga sekitar.

Pria Membakar Bus dan Menghanguskan Kendaraan dalam Sekejap

Pria tersebut menaiki bus PostBus di kota Düdingen pada pukul 17.45 waktu setempat. Ia membawa beberapa tas yang berisi cairan mudah terbakar. Saat bus melintasi kawasan Kerzers sekitar pukul 18.25, ia menyulut api hingga mengakibatkan kebakaran besar. Dalam waktu kurang dari satu menit, api menyebar dengan sangat cepat dan memicu kepanikan luar biasa.

Panjangnya suhu panas yang ekstrem bahkan membuat ban kendaraan meledak. Serpihan ban terlempar hingga sejauh 200 meter. Para saksi mata melihat bus tersebut berubah menjadi bola api raksasa dalam waktu singkat. Warga sekitar mencoba memberikan pertolongan pertama menggunakan alat pemadam api ringan, namun mereka tidak bisa mendekat karena suhu yang terlalu menyengat.

“Semuanya terjadi begitu cepat, dalam sekejap semuanya dilalap api,” ujar salah satu saksi. Setelah api berhasil dipadamkan, hanya tersisa kerangka logam yang hangus. Bus tersebut akhirnya dievakuasi oleh petugas pada tengah malam untuk membuka kembali akses jalan.

Berdasarkan hasil penyelidikan teknis dari dewan negara Fribourg, kecepatan api yang luar biasa disebabkan oleh penggunaan bahan kimia tertentu. Para ahli forensik juga memastikan bahwa bus tersebut menggunakan mesin berbahan bakar bensin atau solar biasa, bukan kendaraan listrik. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mendalami motif di balik aksi pembakaran yang menghanguskan seluruh armada bus tersebut.

Polisi Temukan Motif Gangguan Jiwa di Balik Aksi Bakar Bus

Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas pria yang diduga membakar bus di Swiss. Pelaku diketahui sebagai warga negara Swiss asal kanton Bern yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya. Pria tersebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan hidup dalam kondisi sulit. Jaksa Penuntut Umum, Raphael Bourquin, menyatakan bahwa meski aksi ini sangat mematikan, tidak ada bukti yang mengarah pada motif terorisme.

“Tampaknya orang ini termasuk di antara korban yang meninggal dunia,” ujar Bourquin. Proses pengenalan enam jenazah yang ditemukan di dalam bus diperkirakan akan memakan waktu hingga beberapa hari. Tim forensik harus melakukan tes DNA karena kondisi luka bakar para korban sangat parah. Selain korban tewas, lima orang penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sebagian masih dirawat intensif di rumah sakit.

Polisi telah menggeledah rumah pelaku untuk mencari dokumen atau catatan yang mungkin menjelaskan alasan di balik aksi nekatnya. Saat ini, jalur komunikasi khusus telah dibuka bagi keluarga korban yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai anggota keluarga mereka. Komandan polisi setempat, Philippe Allain, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai masalah kejiwaan yang dialami pelaku di masa lalu.

Kejadian tragis ini diduga kuat merupakan puncak dari krisis pribadi yang tidak mendapat penanganan dengan tepat. Untuk mendalami kasus ini, polisi sedang memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV serta memantau aktivitas media sosial milik pelaku. Meski terduga pelaku telah meninggal, penyelidikan kriminal tetap dijalankan dengan sangkaan pembunuhan dan pembakaran bus secara sengaja yang membahayakan nyawa orang banyak.

Duka Mendalam Warga Swiss atas Tragedi Kebakaran Bus

Tragedi di Kerzers ini menjadi pukulan berat bagi warga Swiss, apalagi kejadian ini hanya berselang dua bulan setelah kebakaran besar di sebuah bar ski yang menewaskan puluhan orang. Para korban dalam musibah bus ini berusia antara 17 hingga 65 tahun, mulai dari pelajar hingga pekerja yang sedang dalam perjalanan pulang.

Presiden Swiss, Guy Parmelin, secara resmi menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas peristiwa memilukan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa doa serta dukungannya selalu menyertai keluarga korban dan petugas penyelamat yang telah bekerja keras di lokasi. “Hal ini mengejutkan dan menyedihkan bagi saya karena sekali lagi orang-orang kehilangan nyawa dalam kebakaran serius di Swiss,” ujar Presiden Parmelin.

Pihak pengelola bus, PostBus, menyatakan sangat terkejut dan berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang. Mereka akan mengevaluasi kembali standar keamanan pada armada bus kuning yang selama ini menjadi transportasi utama di daerah pedesaan Swiss. Direktur Utama PostBus, Stefan Regli, menyebut insiden ini sebagai tragedi yang mengerikan dan menyampaikan rasa simpati kepada semua orang yang terdampak.

Selain bantuan medis bagi korban luka, pemerintah daerah juga menyediakan layanan bantuan psikologis bagi para korban selamat dan saksi mata guna membantu memulihkan trauma mereka. Sebagai bentuk rasa peduli, masyarakat setempat membangun tempat peringatan darurat di dekat lokasi kebakaran dengan meletakkan bunga dan lilin. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi para korban, sementara gereja-gereja di wilayah tersebut mengadakan ibadah doa bersama. Mereka mendoakan agar korban yang terluka segera sembuh dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *