Herry IP Kecewa, Ganda Putra Malaysia Angkat Bicara Soal Mundur dari Swiss Open 2026

Penarikan Diri Haikal Nazri dari Swiss Open 2026

Pebulu tangkis ganda putra nasional Malaysia, Haikal Nazri, mengumumkan keputusannya untuk mundur dari Swiss Open 2026 yang akan digelar di St Jakobshalle, Basel, pada 10-15 Maret. Keputusan ini diambil dengan alasan cedera pergelangan kaki yang terus-menerus dan kekhawatiran akan pensiun dini.

Cedera tersebut terjadi saat latihan pada All England 2026 pekan lalu. Ini adalah kali kedua dalam sebulan ia mengalami cedera serupa, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kebugarannya dalam jangka panjang. Haikal menjelaskan bahwa dirinya merasa tidak akan tampil maksimal jika bermain di Swiss Open. Ia lebih memilih menarik diri daripada risiko cedera yang lebih parah.

“Saya memberi tahu pelatih bahwa saya merasa mungkin tidak akan tampil maksimal jika pergi ke Swiss. Jadi, lebih baik untuk menarik diri,” kata Haikal. Ia juga menyampaikan fobia bermain ketika sedang cedera, dengan prioritas utama adalah tidak cedera lagi karena risiko absen dalam waktu lama.

Haikal mengakui bahwa beban fisik telah menjadi perjuangan mental. “Saya takut karena saya baru berusia 24 tahun,” katanya. “Jika saya terus cedera, itu akan memengaruhi karier saya. Saya tidak yakin akan pulih sepenuhnya karena saya masih merasakan nyeri yang tersisa saat bergerak.”

Potensi dan Kehilangan Performa

Choong/Haikal menunjukkan potensi besar dengan memenangkan Syed Modi International dan Guwahati Masters pada 2023, diikuti oleh Orleans Masters pada 2024. Namun, sejak itu, Haikal terus berjuang dengan serangkaian cedera pada punggung, pinggul, lutut, dan pergelangan tangannya.

“Iya rasa sudah lebih dari 10 kali cedera pada kedua pergelangan kaki saya,” kata Haikal. Cedera punggung memaksa dia absen selama lima bulan pada tahun 2023, diikuti oleh cedera pinggul yang berlangsung selama enam bulan tahun lalu.

Performa pasangan ini menurun tahun ini, dengan lima kali tersingkir pada babak pertama berturut-turut sebelum akhirnya mundur dari Swiss Open. Choong Hon Jian juga mengalami cedera lutut dan kaki selama dua tahun terakhir.

“Rasanya seperti sudah berlangsung bertahun-tahun,” aku Haikal. “Saat saya cedera, dia baik-baik saja — saat dia cedera, saya juga baik-baik saja. Kami hanya menjalaninya apa adanya.”

Peran Pelatih dan Pertanyaan Terbuka

Haikal, yang saat ini sedang menjalani perawatan, mengatakan dia tidak yakin dengan jadwal turnamennya yang akan datang tetapi berharap Herry akan mempertimbangkan pasangan ini untuk acara-acara mendatang setelah dia pulih.

Menurut pelatih yang kerap disapa Herry IP, keputusan tersebut bukan berasal dari staf pelatih, melainkan dari pemain itu sendiri yang mengumumkan bahwa ia tidak ingin bermain pada turnamen Super 300 tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu juga menimbulkan pertanyaan karena alasan yang diberikan Haikal mengenai cedera tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas selama sesi latihan.

“Pengunduran diri itu bukan dari saya. Anda harus bertanya kepada pemain itu sendiri. Bukan saya yang memintanya untuk mundur, tetapi Haikal yang ingin mundur dan tidak ingin bermain di Swiss,” kata Herry.

Herry menjelaskan bahwa ia sebelumnya telah meminta pemain yang bersangkutan untuk membahas masalah tersebut dengan manajemen jika ia benar-benar ingin mengambil keputusan tersebut. Ia mengatakan bahwa pada saat itu ia lebih fokus pada persiapan pemain lain yang bermain di Kejuaraan All England.

“Saya bilang, kalau kamu mau mundur, bicaralah langsung dengan manajemen. Saat itu, saya fokus pada All England dan tidak ingin terlalu memikirkannya,” aku Herry.

Herry juga mengakui bahwa ia tidak melihat tanda-tanda cedera serius yang dapat mencegah pemain tersebut bermain di turnamen. “Dia bilang dia cedera, tapi ketika saya periksa, tidak ada cedera. Biasanya, kalau dia cedera, kita bisa melihatnya dari gerakannya atau kondisi kakinya,” ucap Herry.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *