Sriwijaya FC Resmi Terdegradasi ke Liga 3
Sriwijaya FC resmi terdegradasi ke Liga 3 (Liga Nusantara) untuk musim kompetisi 2026/27 setelah gagal mempertahankan posisinya di Liga 2. Tim yang berjuluk Laskar Wong Kito ini berada di dasar klasemen dengan hanya meraih 2 poin dari 21 pertandingan yang telah dijalani.
Pengakuan ini datang setelah Sriwijaya FC kalah telak 3-0 dari Sumsel United dalam laga ke-21. Hasil ini membuat perolehan poin Elang Andalas tidak mungkin lagi mengejar ketertinggalan di sisa 6 pertandingan kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Asisten pelatih Sriwijaya FC, Cipta Adikodrati atau lebih dikenal sebagai coach Joe Berry, mengungkapkan bahwa manajemen dan tim pelatih telah memutuskan untuk fokus membangun kerangka tim masa depan melalui pemain muda. Hal ini dilakukan karena secara realistis, tidak mungkin bagi Sriwijaya FC bertahan di Liga 2.
“Kalau saya realistis, maka pikiran saya adalah menyiapkan tim di Liga 3 nanti. Itu dilihat dari support manajemen Sriwijaya FC, fasilitas latihan kemarin sebelum putaran ketiga. Kemudian kerangka pemain yang ada, finansial, segala macam dari semua aspek tidak menjurus kita untuk bertahan kan memang secara realistis,” ujar coach Joe.
Ia juga menyatakan bahwa satu-satunya cara Sriwijaya FC bisa bertahan di Liga 2 adalah melalui keajaiban seperti yang terjadi pada musim lalu. Namun, saat ini situasi sudah jelas dan tidak ada ruang untuk harapan yang tidak realistis.
Fokus pada Pembentukan Kerangka Tim Masa Depan
Di tengah situasi ini, Sriwijaya FC memilih untuk fokus pada pembentukan kerangka tim untuk musim kompetisi Liga 3 2026/27. Coach Joe menjelaskan bahwa skuad saat ini akan menjadi 50 persen fondasi tim musim depan.
“Di fase ketiga ini sebetulnya kita terfokus kepada pembentukan kerangka tim Sriwijaya FC untuk di musim kompetisi Liga 3 2026/27,” katanya.
Hal ini menjadi alasan utama mengapa head coach Iwan Setiawan memilih merekrut banyak pemain muda di putaran ketiga ini. Tujuannya adalah untuk menciptakan kerangka tim yang kuat dan sesuai dengan skema pelatih.
“Kenapa head coach memilih sebagian besar pemain-pemain muda. Ya karena tujuan kita memang prospeknya pada saat nanti kita bergulir di Liga 3 kerangka tim itu minimal 50 persen. Jadi betul-betul tersaring pemain-pemain yang betul-betul sesuai dengan skema pelatih untuk mengarungi Liga 3,” jelas coach Joe.
Manajemen bersama tim pelatih juga telah mempersiapkan 50 persen kerangka tim Sriwijaya FC yang ada saat ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga chemistry pemain agar tidak terlalu berat dalam proses pembentukan tim dari awal.
“Karena chemistry pemain juga perlu kita jaga kalau kita pembentukan tim dari awal lagi, ya agak berat, gitu. Kecuali kalau kita dari sekarang sudah prepare minimal 50 persen dari kerangka tim sudah ada,” tambah pelatih kelahiran Bandung, 27 Februari 1984.
Target Promosi Langsung ke Liga 2
Meski harus terdegradasi, Sriwijaya FC tetap memiliki target yang jelas untuk musim depan. Tim ini ingin langsung kembali ke Liga 2 dalam satu musim kompetisi.
“Kita tinggal cari sisanya untuk menambah daya gedor kita nanti di Liga 3 kita musim depan. Karena memang, musim depan kita target langsung satu musim naik Liga 2 lagi,” pungkas coach Joe.
Dengan demikian, Sriwijaya FC akan terus berusaha memperkuat skuad mereka di Liga Nusantara 2026/27 agar dapat segera kembali ke Liga 2. Meski langkah ini terasa berat, namun semangat dan tekad untuk bangkit tetap mengalir di tubuh tim yang dikenal sebagai salah satu klub legendaris sepak bola Indonesia.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












