Persiapan Uang Tunai yang Besar untuk Ramadan dan Lebaran 2026
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp 45 triliun untuk menghadapi periode Ramadan dan Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu, yaitu sebesar 42,88 triliun pada momen Lebaran 2025. Peningkatan sekitar 5% ini menunjukkan komitmen BSI dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai selama momen penting tersebut.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menjelaskan bahwa persiapan likuiditas ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan uang tunai dari masyarakat. Ia menyatakan bahwa puncak transaksi diperkirakan akan terjadi pada H-7 Idul Fitri. Dengan jumlah dana yang besar, BSI berupaya memastikan ketersediaan uang tunai di berbagai lokasi.
Dana sebesar Rp 45 triliun tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia. Anton memastikan bahwa operasional ATM tetap terjaga selama libur panjang Lebaran. BSI juga menyiagakan tim internal serta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan pengisian uang tunai berjalan lancar.
Pecahan Uang yang Tersedia di ATM BSI
Pecahan uang yang tersedia di ATM BSI umumnya adalah Rp 50.000 dan Rp 100.000. Namun, tidak menutup kemungkinan di lokasi tertentu akan disediakan pecahan Rp 20.000 sesuai kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelengkapan transaksi bagi nasabah.
Selain itu, BSI turut berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia hingga 15 Maret 2026. BSI menyediakan layanan penukaran uang di 178 titik dan layanan terpadu di 41 titik ruang publik.
Mengedepankan Transaksi Digital
Di sisi lain, BSI mendorong nasabah untuk mengedepankan transaksi digital (digital first) pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menghadapi lonjakan transaksi selama periode persiapan hari raya, BSI memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya superapps BYOND by BSI, sebagai salah satu kanal utama transaksi masyarakat.
Selama periode Ramadan dan Idul Fitri, rata-rata peningkatan transaksi melalui e-channel BSI naik sekitar 24% (month to month). Anton mengatakan bahwa tren transaksi menunjukkan peningkatan signifikan pada layanan digital menjelang dan selama Lebaran, terutama untuk pembayaran, pembelian, transfer, serta layanan ZISWAF.
Layanan Digital yang Dioptimalkan
BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI yang menyediakan berbagai fitur khas perbankan syariah, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat dan arah kiblat, hingga layanan Bank Emas untuk pembelian emas dan transfer saldo emas (gramase) secara real time.
Selain itu, BSI juga memperkuat layanan BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE, remitansi, serta BSI Call Center 14040 sebagai bagian dari ekosistem digital perseroan.
Keamanan dan Edukasi Nasabah
Nasabah juga dapat berbagi kepada keluarga atau berbelanja kebutuhan hari raya dengan cara digital sehingga mengurangi penggunaan uang tunai. Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian berbagai kebutuhan harian.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, BSI juga mengimbau nasabah untuk waspada terhadap potensi penipuan dengan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI 081584114040.
Kesimpulan
“Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik, BSI menargetkan layanan transaksi masyarakat selama Lebaran tetap stabil, cepat, dan aman, seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat,” tandas Anton.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












