Penanganan Parkir dan Lalu Lintas Selama Libur Lebaran di Sumatera Barat
Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat (Sumbar) telah memperketat pengawasan terhadap potensi tarif parkir liar yang sering muncul selama masa libur Lebaran. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan mencegah kemacetan di jalur wisata.
Pemerintah Provinsi Sumbar menginstruksikan seluruh pengelola objek wisata melalui Dishub kabupaten dan kota untuk memastikan tidak ada oknum yang mematok tarif parkir liar di luar ketentuan resmi. Tujuannya adalah untuk menjaga citra pariwisata Sumbar di mata perantau dan wisatawan.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kejadian viral terkait pungutan tidak wajar terulang kembali. Ia mewanti-wanti agar pengelola parkir tidak memanfaatkan momentum lonjakan pengunjung untuk menerapkan tarif parkir liar yang memberatkan masyarakat.
“Tempat-tempat wisata sudah kami minta melalui Dishub kabupaten dan kota untuk mengatur parkir dengan baik. Jangan sampai kendaraan parkir di badan jalan karena bisa memicu kemacetan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi pungutan parkir tidak wajar yang kerap menjadi sorotan saat libur Lebaran. “Beberapa tahun lalu sempat viral soal tarif parkir yang tidak wajar. Ini jangan sampai terjadi lagi karena bisa memberatkan masyarakat yang ingin berwisata,” katanya.
Imbauan untuk Masyarakat
Dedy Diantolani mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas meminta-minta di jalan selama momen mudik dan libur Lebaran 1447 Hijriah. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan yang diperkirakan meningkat signifikan selama arus mudik dan arus balik.
Pemprov Sumbar bersama instansi terkait telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari persiapan Operasi Ketupat 2026. “Pemprov Sumbar bersama Pak Gubernur dan seluruh kepala OPD sudah melakukan rapat koordinasi persiapan Lebaran. Kami juga mengikuti rapat di Polda Sumbar terkait pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” katanya.
Dalam rapat tersebut, berbagai langkah antisipasi disiapkan, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengawasan transportasi, hingga pengamanan kawasan wisata yang diprediksi ramai saat libur Lebaran.
Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Padang–Padang Panjang
Salah satu yang menjadi perhatian adalah aktivitas masyarakat di jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Dedy mengatakan Pemprov Sumbar telah mengeluarkan surat edaran gubernur kepada bupati dan wali kota agar mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas meminta-minta di jalan.
“Kami sudah menyampaikan melalui surat edaran gubernur kepada kepala daerah agar mengimbau masyarakatnya untuk tidak meminta-minta di jalan. Karena hal itu berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas tersebut kerap terjadi di persimpangan atau titik keramaian saat Lebaran dan berpotensi memicu kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, Pemprov Sumbar juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, khususnya di jalur Padang menuju Bukittinggi.
Sistem One Way di Jalur Lembah Anai
Pada momen Lebaran tahun ini, sistem one way berbasis waktu akan diberlakukan di jalur Padang–Padang Panjang melalui Lembah Anai. Untuk arus kendaraan dari Padang menuju Padang Panjang akan dibuka pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, sementara dari Padang Panjang menuju Padang diberlakukan pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
“Kalau di luar jam itu, jalur tetap dibuka normal selama 24 jam seperti biasa,” katanya.
Meski demikian, jalur Lembah Anai hanya dapat dilalui kendaraan ringan seperti mobil pribadi dan sepeda motor, sementara kendaraan besar seperti bus tetap melalui jalur Sitinjau Lauik.
Persiapan dan Pengawasan Kendaraan
Dedy menambahkan, Dishub Sumbar juga akan melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum bersama dinas perhubungan kabupaten dan kota guna memastikan kelayakan kendaraan sebelum digunakan selama masa mudik.
Selain itu, pemerintah juga telah memetakan beberapa titik rawan kemacetan di Sumatera Barat selama periode Lebaran. Beberapa di antaranya berada di jalur Padang–Padang Panjang, seperti kawasan perlintasan sebidang, Pasar Umpah Lubuk Alung, Pasar Sicincin, Rumah Makan Syukur di Lembah Anai hingga kawasan Mifan Padang Panjang.
Sementara di jalur menuju Solok, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di sekitar SPBU Lubuk Selasih dan persimpangan Jalan Panjang.
Dedy memperkirakan jumlah pergerakan kendaraan pada Lebaran tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu sekitar 830 ribu kendaraan yang bergerak saat masa Lebaran. Tahun ini kemungkinan meningkat karena masyarakat perantau tentu ingin pulang dan melihat kondisi keluarganya di kampung,” ujarnya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












