JAKARTA — Pada minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 7,89% yang menjadi indikasi adanya tekanan di pasar modal. Namun, sejumlah emiten khususnya dari sektor energi berhasil menjadi penguat indeks atau disebut sebagai top leaders.
Berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2 hingga 6 Maret 2026, IHSG berada di zona merah dengan level 7.585,68. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan posisi sebelumnya pada 8.235,48. Meski demikian, beberapa saham unggulan berhasil memberikan kontribusi positif terhadap indeks tersebut.
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menjadi salah satu emiten yang memimpin dalam menahan penurunan IHSG. Harga saham ITMG naik sebesar 18,44%, yang memberikan kontribusi sebesar 3,71 poin terhadap gerak indeks komposit. Diikuti oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang melonjak 11,35% dan menyumbangkan 3,46 poin.
Selain itu, PT United Tractors Tbk. (UNTR) turut berkontribusi dengan kenaikan harga sebesar 3,85% dan memberikan 3,24 poin. Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), emiten batu bara milik BUMN, juga mencatatkan kenaikan sebesar 14,62% dengan kontribusi 3,23 poin.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA), emiten pengolah gas alam, menunjukkan performa yang impresif dengan kenaikan harga sebesar 19,38% dan menyumbangkan 2,61 poin. Di samping itu, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 1,64 poin dan 1,16 poin terhadap IHSG.
Daftar sepuluh besar top leaders sepanjang minggu ini ditutup oleh saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dengan kontribusi sebesar 1,14 poin. Disusul oleh PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO) yang memberikan 1,02 poin dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) dengan kontribusi 0,80 poin.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, IHSG selama sepekan ditutup melemah pada posisi 7.585,68, turun dari level 8.235,48 pada pekan sebelumnya. Penurunan ini juga diikuti oleh penurunan kapitalisasi pasar bursa sebesar 7,85%, yang kini berada di angka Rp13.627 triliun dari Rp14.787 triliun pada pekan lalu.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 16,64% menjadi Rp24,97 triliun, dari Rp29,95 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian bursa juga mengalami penurunan sebesar 17% menjadi 42,34 miliar lembar saham dari 51,02 miliar lembar pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa tercatat mengalami koreksi sebesar 7,33% menjadi 2,73 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,95 juta kali transaksi.
Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (6/3/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp263 miliar. Secara akumulatif, sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) 2026, investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp7,29 triliun di pasar modal Indonesia.
Berikut daftar 10 saham top leaders pada 2 – 6 Maret 2026:
- ITMG: +18,44% – Kontribusi: 3,71 poin
- AADI: +11,35% – Kontribusi: 3,46 poin
- UNTR: +3,85% – Kontribusi: 3,24 poin
- PTBA: +14,62% – Kontribusi: 3,23 poin
- ESSA: +19,38% – Kontribusi: 2,61 poin
- ENRG: +3,69% – Kontribusi: 1,64 poin
- BBSI: +13,78% – Kontribusi: 1,16 poin
- ADRO: +2,56% – Kontribusi: 1,14 poin
- SGRO: +12,08% – Kontribusi: 1,02 poin
- LSIP: +11,06% – Kontribusi: 0,80 poin
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












