Kebakaran Pasar Darurat Ngawen, Sutimah Kembali Kehilangan Tempat Usaha
Sutimah (62) pada dini hari Minggu (8/3/2026) sedang tertidur pulas di rumahnya, yang terletak di Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Tiba-tiba, ada seseorang mengetuk pintu rumahnya. Sutimah terbangun dan langsung membuka pintu. Di depan pintu, sudah menantunya berdiri. Menantunya memberitahu bahwa telah terjadi kebakaran di Pasar Darurat Ngawen.
Kios milik Sutimah dikabarkan ludes terbakar. Mendengar kabar itu, Sutimah langsung lemas dan pasrah. Ia tidak segera pergi ke lokasi karena kondisi hujan gerimis. Baru setelah diminta untuk pendataan, ia datang ke lokasi kebakaran.
Sutimah masih tak percaya jika kios dagangannya kembali terbakar. Sebelumnya, pada awal 2024, kiosnya yang berada di Pasar Ngawen Utama juga terbakar. Saat ini, bangunan utama Pasar Ngawen sedang dibangun kembali, sehingga para pedagang dialihkan ke Pasar Darurat Ngawen.
“Kebakaran lagi, kebakaran lagi,” ujarnya dengan suara bergetar saat ditemui di rumahnya. Ia mengaku merasa seperti mimpi ketika mendengar kabar tersebut.
Sutimah datang ke lokasi kebakaran untuk pendataan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Sesampainya di lokasi, ia melihat kios dagangannya sudah ludes terbakar. Saat pendataan, ia melihat para pedagang lain yang kiosnya terbakar tampak lemas dan bersedih.
“Sudah ludes, nggak ada yang tersisa. Semua lemas, tidak punya tenaga,” ujarnya.
Dengan wajah yang masih tampak sedih, Sutimah bercerita bahwa ia sudah berdagang di Pasar Ngawen sejak tahun 1981. Ia berjualan sepatu, sandal, sabuk, hingga topi. Setelah kiosnya kebakaran, Sutimah belum tahu kapan akan kembali berdagang. Ia harus memulai dari nol lagi.
Akibat kebakaran tersebut, Sutimah menderita kerugian sekira Rp75 juta. “Inginnya jualan lagi, tapi ini harus memulai dari nol lagi,” jelasnya.
Sutimah tidak berharap banyak bantuan dari Pemkab Blora. Sebab, saat kiosnya di Pasar Ngawen kebakar yang pertama pada awal 2024, dirinya hanya mendapatkan bantuan berupa sembako. “Yang kebakaran dulu saja tidak dapat apa-apa. Hanya bantuan sembako.”
Ia berharap keluarga sehat dan bisa kembali berdagang, meskipun harus memulai dari nol dan bangkit lagi.
Kronologi Kebakaran
Pasar Darurat Rakyat Ngawen kebakaran pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 23.10. Ini adalah pasar relokasi karena Pasar Ngawen sedang dalam proses pembangunan kembali seusai kebakaran awal 2024. Karenanya, para pedagang dialihkan ke pasar darurat di Jalan Raya Ngawen–Japah, Kelurahan Ngawen, RT 03 RW 01 Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan, yang terbakar adalah rumah milik Suwadi dan sejumlah ruko atau kios Pasar Darurat Rakyat Ngawen sebelah barat. Saat itu, Suwadi berada di dalam rumahnya melihat adanya percikan api yang mulai menjalar ke atap kayu dari ruko milik Anik Dwi Jayanti.
Suwadi kemudian memberitahu anaknya yang bernama Tina. Ia berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air ke titik api tersebut, tetapi api semakin membesar. Mengetahui hal tersebut, Suwadi berteriak minta tolong.
Seorang warga yang tidak sengaja melintas di depan ruko Pasar Darurat Rakyat Ngawen mendengar teriakan Suwadi dan melihat kobaran api yang membesar dari ruko milik Anik Dwi Jayanti. Warga tersebut kemudian berinisiatif menelpon petugas pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen dan meminta bantuan kepada warga sekitar.
Sekitar 10 menit kemudian, pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen sampai di lokasi, tetapi api sudah membesar dan menjalar ke beberapa ruko darurat tersebut. Petugas pemadam kebakaran berjibaku untuk memadamkan api, satu jam kemudian api berhasil dipadamkan.
Menurut AKP Lilik, penyebab kebakaran tersebut karena hubungan pendek arus listrik dari stop kontak yang berada di dalam ruko darurat milik Anik Dwi Jayanti.
Akibat peristiwa tersebut, kerugian materil mencapai miliaran rupiah. Selain rumah milik Suwadi yang terbakar, terdapat sejumlah ruko berserta barang dagangan milik para pedagang juga terbakar.
“Untuk total kerugian atas adanya kebakaran tersebut mencapai sekira Rp2.225.000.000,” paparnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












