Isyana Sarasvati dan Kontroversi Visual dalam Video Musik “Abadhi”
Isyana Sarasvati, penyanyi dan musisi ternama Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah beberapa visual dalam video musik lagu terbarunya, “Abadhi”, menimbulkan dugaan adanya simbol satanisme. Kontroversi ini muncul seiring dengan peluncuran babak akhir dari album kelima yang ia rilis, bertajuk Eklektiko.
Video musik “Abadhi” menampilkan beberapa adegan yang menampilkan simbol mata satu, yang kemudian dikaitkan oleh sebagian pengguna media sosial dengan simbol-simbol yang sering diasosiasikan dengan satanisme. Perbincangan mengenai hal ini ramai dibahas di platform X, dengan beberapa unggahan yang mencapai jutaan tayangan.
Profil Lengkap Isyana Sarasvati
Lahir di Bandung pada 2 Mei 1993, Isyana Sarasvati tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan seni dan pendidikan. Ayahnya, Sapta Dwikardana, adalah seorang doktor sekaligus analis perilaku, sedangkan ibunya, Luana Marpanda, adalah guru musik. Keluarga ini memiliki latar belakang musikal yang kuat, dengan kakaknya, Rara Sekar, juga berkarier sebagai musisi.
Pengalaman hidup Isyana di luar negeri, seperti tinggal di Belgia saat sang ayah menempuh studi lanjutan, memberinya perspektif yang lebih luas. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat luar biasa dalam musik klasik, bahkan meraih prestasi di berbagai kompetisi. Pada usia sembilan tahun, ia telah menjadi juara regional Jawa Barat dalam Electone Festival serta finalis nasional dalam Kompetisi Piano Yamaha.
Bakatnya memperoleh perhatian pemerintah Singapura, yang memberinya beasiswa penuh. Ia melanjutkan pendidikan musik di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dan Royal College of Music, Inggris, tempat ia meraih gelar Bachelor of Music.
Transformasi Musik dan Karir
Setelah menyelesaikan pendidikan, Isyana beralih ke industri musik pop. Ia bergabung dengan Sony Music Indonesia pada 2014 dan meluncurkan debut single “Keep Being You”. Namun, namanya benar-benar melambung lewat lagu “Tetap Dalam Jiwa” yang dirilis tahun berikutnya.
Selain sebagai penyanyi, Isyana juga dikenal sebagai perempuan independen dalam industri musik. Pada Oktober 2020, ia mendirikan label musik sendiri, REDROSE RECORDS, yang memberinya kebebasan kreatif lebih besar.
Kehidupan Pribadi dan Hubungan Asmara
Di balik kesuksesannya di dunia musik, kisah asmara Isyana tidak banyak diketahui publik hingga ia menggelar pertunangan secara mengejutkan pada 29 Desember 2019. Calon suaminya, Rayhan Maditra, adalah seorang dokter yang telah menjadi pasangan Isyana selama lebih dari sepuluh tahun. Mereka resmi menikah pada 2 Februari 2020 di Bandung.
Rayhan bukan asing dari dunia musik. Ia pernah tampil bersama Isyana dalam beberapa cover lagu yang diunggah ke YouTube, menunjukkan keterlibatan mereka baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Awal Mula Tudingan Satanik
Kontroversi dimulai dari potongan visual dalam video musik “Abadhi” yang menampilkan simbol mata satu. Simbol ini kemudian dikaitkan oleh sebagian pengguna media sosial dengan simbol-simbol yang sering diasosiasikan dengan satanisme. Perbincangan tentang hal ini semakin ramai di platform X.
Respons Isyana Sarasvati
Menanggapi isu tersebut, Isyana memberikan respons melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menulis lirik yang tampaknya menjawab spekulasi yang beredar. “Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through,” tulisnya. Unggahan ini langsung mendapat dukungan dari para penggemarnya.
Tanggapan Suami Isyana
Suami Isyana, Rayhan Maditra Indrayanto, juga ikut membuka suara. Ia menilai polemik ini sebagai ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru dimaknai berbeda oleh publik. Ia berharap agar semua pihak dijauhkan dari fitnah, terlebih di bulan suci.
Proyek Album “Eklektiko”
Kontroversi ini muncul di tengah perilisan proyek musik terbaru Isyana, yang merupakan bagian dari album kelima bertajuk Eklektiko. Proyek “Abadhi” menjadi babak final atau Chapter 4 dari konsep besar album tersebut.
Sebelumnya, era musik baru Isyana dibuka dengan single “Babel” yang dirilis pada Februari 2026 dengan genre symphonic metal. Dalam proyek ini, Isyana juga menampilkan transformasi visual yang lebih edgy dan gothic. Penggunaan simbol mata satu dalam visual proyek Abadhi memicu berbagai spekulasi sejak awal Maret 2026.
Proyek musik ini juga dirilis secara independen melalui label milik Isyana sendiri, REDROSE Records.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












