Karakter Sun Tae Hyeong dalam Drama “Our Universe”
Dalam drama “Our Universe”, Sun Tae Hyeong (diperankan oleh Bae In Hyuk) digambarkan sebagai sosok yang terlihat dingin dan tertutup, namun di balik itu, ia sebenarnya penuh perhatian. Luka batin yang ia alami akibat pengalaman buruk di masa lalu membuatnya hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain yang selalu ada untuknya. Hal ini juga menjadi penyebab beberapa hal yang ia benci dalam kehidupannya.
1. Ruang Privasi Diganggu
Tumbuh besar di panti asuhan, Sun Tae Hyeong terbiasa tinggal bersama anak-anak lain. Namun, ia juga terbiasa tinggal sendirian karena tidak ada keluarga yang menunggu. Hal ini membuatnya sangat menghargai waktu dan ruang privasinya. Walau tinggal sendirian, ia menyukai kerapihan dan kebersihan agar ruang privasinya tetap terjaga.
Bahkan, ketika teman-temannya datang ke rumah, ia selalu memastikan bahwa temannya datang dengan keadaan bersih. Tak jarang, ia menggunakan sticky roller supaya tak ada debu yang menempel di rumahnya. Dirinya pun selalu marah saat ada temannya yang langsung naik tempat tidurnya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Sun Tae Hyeong ingin memiliki rumah dengan desain yang dibuat sendiri. Ia membeli barang-barang mahal yang akan mengisi rumah barunya sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerasnya. Ia selalu menjaga dan merawat barang-barang tersebut dengan sepenuh hati karena dianggap mencerminkan diri sendiri.
Alhasil, Sun Tae Hyeong tak suka jika ada orang asing yang tiba-tiba datang ke kehidupannya. Ia sempat membenci sang ponakan yang pernah mengotori barang pribadinya. Woo Hyun Jin juga langsung dibenci karena telah merusak lampu kesayangannya di pertemuan pertama.
2. Ingkar Janji yang Membuat Sun Tae Hyeong Menunggu

Di awal kisah, Sun Tae Hyeong menunjukkan rasa ketidaksukaannya pada sang kakak, Sun Woo Jin (diperankan oleh Ha Joon). Hal ini ternyata terjadi bukan tanpa alasan biasa. Ia memiliki trauma besar setelah ditinggalkan oleh sang kakak di panti asuhan. Tindakan tersebut diduga berkaitan dengan ayah mereka yang ternyata berada di dalam penjara.
Namun, Sun Tae Hyeong tak mengingat ataupun mengetahui hal tersebut. Dirinya pun tumbuh dengan rasa benci pada kakaknya karena telah membuatnya menunggu selama bertahun-tahun. Terlebih lagi, pertemuan mereka terjadi karena Sun Tae Hyeong tak sengaja menemukan sang kakak.
Fotografer ini pun selalu marah jika ada orang yang tak menepati janji. Ia mengatakan lebih baik tak usah membuat janji kalau hal itu belum tentu bisa ditepati. Hubungan Sun Tae Hyeong dan Woo Hyun Jin pun pernah menjauh karena ingkar janji tersebut.
3. Hujan

Sejak awal penayangan, Woo Hyun Jin mengatakan kalau dirinya suka dengan hujan. Ia bisa makan ikan mentah yang disukai karena super market akan membuat diskon saat hujan. Terlebih lagi, sang kakak juga memasakkan pajeon spesial yang disukainya sejak kecil.
Namun, berbeda dengan Sun Tae Hyeong yang membenci hujan. Sewaktu kecil, pria ini sering kali kehujanan saat menunggu kakaknya di depan panti asuhan. Namun, sang kakak tak kunjung datang sehingga meninggalkan luka mendalam baginya.
Tak hanya itu, Sun Tae Hyeong juga selalu demam ketika hujan turun. Hal ini tak hanya disebabkan oleh dirinya yang kehujanan saat menunggu. Namun, ia juga merasa selalu sendirian karena orang yang ditunggu tak kunjung datang selama apa pun dirinya menunggu. Semua itu dipendamnya sendiri tanpa memberi tahu para penjaga panti asuhan.
Berawal dari rasa trauma, Sun Tae Hyeong pun membenci beberapa hal yang telah dipaparkan di atas. Luka batinnya pun masih ada karena selalu dipendam sendiri sejak kecil. Namun, secara perlahan, dirinya mulai terbuka dengan Woo Hyun Jin yang mendadak masuk ke kehidupannya. Meski awalnya tak akur, hubungan mereka mulai membaik setelah tinggal bersama.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












