Tavares: Persebaya Kurang Disiplin Saat Bola Mati, Harus Diperbaiki

Persebaya Kehilangan Fokus dalam Laga Kontra Persijap

Persebaya Surabaya kalah 1-3 dari Persijap Jepara dalam laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/26. Kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi kelima klasemen sementara. Pelatih Bernardo Tavares menyoroti kesalahan yang dilakukan oleh timnya, terutama dalam hal antisipasi dan koordinasi lini belakang.

Dalam pertandingan tersebut, aliran bola Persebaya tidak rapi sejak awal babak. Koordinasi antar pemain juga sering terlambat, sehingga memudahkan Persijap untuk mencetak tiga gol melalui Iker Guarrotxena (31’, 90+12’) dan Alexis Gomes (71’). Gol tunggal Persebaya lahir dari penalti Bruno Moreira di menit ke-90+4, namun hasil akhir tetap tidak berubah.

Setelah pertandingan, Tavares menegaskan bahwa tim perlu segera memperbaiki kelemahan mendasar. “Kami kebobolan dari transisi dan bola mati. Itu tidak normal bagi kami,” ujarnya.

Analisis Kebobolan dari Set Piece

Tavares menyebut bahwa kelemahan utama Persebaya terletak pada antisipasi bola mati. Dalam dua pertandingan terakhir, tim kebobolan empat gol dari situasi set piece. Hal ini menjadi fokus utama yang harus diperbaiki.

Set piece dalam sepak bola merujuk pada situasi bola mati seperti tendangan bebas, tendangan sudut, penalti, atau lemparan ke dalam. Situasi ini sering menjadi peluang emas bagi tim penyerang, tetapi juga ujian konsentrasi bagi tim bertahan.

Gol Guarrotxena di menit ke-31 tercipta setelah Persijap memanfaatkan kelengahan lini belakang Persebaya. Bola hasil umpan Lucas Morelatto tidak diantisipasi dengan baik. Gol Alexis Gomes di menit ke-71 juga lahir dari situasi bola mati yang gagal dihalau. Tendangan kerasnya menembus gawang Ernando Ari.

Guarrotxena kembali mencetak gol di menit ke-90+12 setelah menerima umpan Alexis. Situasi ini menunjukkan lemahnya konsentrasi pemain Persebaya di menit akhir. Tavares menegaskan bahwa tim sudah berlatih menghadapi situasi bola mati. Namun, eksekusi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.

“Kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut. Tapi di lapangan, pemain kehilangan fokus,” ujarnya.

Masalah Konsistensi dan Kondisi Pemain

Kelemahan ini juga terlihat saat melawan Bhayangkara FC. Persebaya kebobolan dari skema tendangan bebas dan corner kick. Hal ini menjadi alarm serius bagi tim pelatih. Pola berulang menunjukkan masalah bukan insiden tunggal, melainkan celah taktis yang terus dimanfaatkan lawan.

Tavares menilai kualitas individu pemain sebenarnya cukup baik. Namun, koordinasi kolektif masih belum stabil. “Secara kualitas, kami bisa lebih baik. Tapi ritme permainan belum konsisten,” katanya.

Kondisi ini diperburuk dengan absennya beberapa pemain kunci karena cedera. Bruno Paraiba dan Malik Risaldi belum bisa tampil maksimal. Jefferson Silva dan Pedro Matos juga masih beradaptasi dengan ritme Liga Indonesia. Hal ini membuat lini tengah dan belakang Persebaya belum solid.

Fokus Perbaikan Menjelang Laga Kontra PSM

Persebaya tidak punya banyak waktu untuk meratapi hasil. Mereka sudah ditunggu laga kontra PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026). Tavares menegaskan fokus utama adalah memperbaiki kelemahan set piece.

“Kami harus lebih disiplin dalam mengantisipasi bola mati. Itu prioritas latihan,” katanya. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi sepanjang laga. “Kami kehilangan fokus di momen krusial. Itu tidak boleh terulang,” ujarnya.

Persebaya juga harus memperbaiki transisi bertahan. Lawan sering memanfaatkan kehilangan bola untuk mencetak peluang. Tavares menilai laga melawan PSM akan menjadi ujian mental bagi tim. “Kami harus menunjukkan karakter petarung,” katanya.

Dukungan Bonek di Gelora Bung Tomo diharapkan memberi energi tambahan. Atmosfer kandang selalu menjadi kekuatan Bajol Ijo. Persebaya juga berharap pemain baru seperti Riyan Ardiansyah bisa memberi kontribusi nyata. Kecepatan dan kreativitasnya dibutuhkan untuk menembus pertahanan lawan.

Ahmad Mujtaba Ilham, bek muda jebolan akademi, juga berpeluang mendapat menit bermain. Tavares ingin memberi kesempatan bagi pemain muda.

Persaingan di Papan Tengah

Persaingan di papan tengah semakin ketat. Persita dan PSIM Yogyakarta hanya terpaut beberapa poin. Kemenangan atas PSM akan menjaga posisi Persebaya di lima besar. Kekalahan bisa membuat mereka tergeser.

Tavares menegaskan bahwa tim harus fokus pada detail kecil. “Sepak bola ditentukan oleh detail. Kami tidak boleh mengulang kesalahan,” katanya. Latihan intensif sudah dijalankan untuk memperbaiki koordinasi lini belakang. Pemain diminta lebih disiplin dalam menjaga area.

Tavares menutup wawancara dengan optimisme. “Kami akan bangkit. Laga melawan PSM adalah kesempatan untuk membuktikan diri,” pungkasnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *