Pembicaraan Menarik Antara Denny Sumargo dan Mamah Dedeh
Denny Sumargo, seorang YouTuber ternama di Indonesia, menjadi sorotan setelah berbicara dengan pendakwah perempuan terkenal yaitu Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah. Kali ini, Mamah Dedeh hadir sebagai tamu dalam podcast YouTube milik Densu, CURHAT BANG Denny Sumargo.
Pada sesi percakapan tersebut, Denny Sumargo mempertanyakan nasib orang Kristen yang meninggal dunia apakah akan masuk surga atau tidak. Hal ini memicu sebuah momen menarik ketika Mamah Dedeh memancing Denny Sumargo untuk membaca dua kalimat syahadat.
Reaksi Denny Sumargo terhadap ajakan tersebut mencuri perhatian warganet, khususnya di kolom komentar postingan Instagram @sumargodenny. Pada saat itu, Denny bertanya apakah ada kemungkinan orang di luar Islam masih bisa masuk ke surga. Mamah Dedeh menjawab bahwa berdasarkan sabda Rasulullah, dosa orang tersebut tidak akan diampuni kecuali jika bertaubat dan mengucapkan syahadat.
“Seandainya masih di sini (sebelum gorgoroh/nafas dari tenggorokan) dia sudah bertaubat kemudian dia mengucapkan kalimat syahadat ketika dia meninggal tidak mustahil dia husnul khatimah,” ujar Mamah Dedeh.
Jawaban ini membuat Denny semakin penasaran dengan statusnya jika ia benar-benar mengucapkan syahadat. “Itu saya jadi Islam gak kalau saya udah begitu anggaplah saya udah syahadat ya,” kata Denny.
Mamah Dedeh kemudian meminta agar Allah memberikan hidayah kepada Denny. Namun, Denny spontan menolak ajakan tersebut dan mengatakan agar jangan melakukannya sekarang.
“Gimana kalau misalnya saya tidak masuk Islam sampai saya meninggal akhirnya saya tetap di Kristen ya saya ikut Isa masih bisa gak saya masuk surga nih?” tanya Denny.
“Wallahualam itu urusan Allah Den, Mamah aja yang tukang ngomong belum tentu masuk surga tapi kita berusaha masuk surga,” jawab Mamah Dedeh.
Di sisi lain, Denny berharap dia bisa masuk surga bersama-sama. Ucapan ini membuat Mamah Dedeh spontan mengulurkan tangan untuk membantu Denny membaca syahadat.
“Nah kalau harapan saya kita bisa masuk surga sama-sama iya kan Insya Allah ibaratnya begitu,” tutur Denny.
“Syahadat,” celetuk Mamah Dedeh.
“Eh eh jangan dulu syahadat,” tolak Denny sambil tertawa dan menjauhkan tangannya dari tangan Mamah Dedeh.
Banyak respons positif dari warganet dalam kolom komentar postingan Instagram Denny Sumargo. Bahkan, Ustadz Derry Sulaiman memberikan dukungan melalui komentarnya yang memberikan emoji hati pada Denny.
Beberapa komentar netizen seperti:
ginaaayoubi: mamah dedeh masyaallah... di berikan Hidayah aamiinnn ya ka @sumargodennycitradindani: Mamah Dedeh to the point banget : (nyodorin tangan) "Syahadat!"nanasmuda_14: Bau⊃2; mau login nihh koh denirizkyhalal: Bismillah yuk bisa bang..aa_putra: Ciri" sudah Tau Rules agama ISLAM" Tiada Tuhan Selain Allah SWT" Log in yok Bang @sumargodenny
Profil Mamah Dedeh
Mamah Dedeh lahir di Ciamis, 5 Agustus 1951. Dikutip dari Tribun Wiki, pemilik nama lengkap Dedeh Rosidah ini menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota kelahiran. Mamah Dedeh merupakan anak seorang mubalig bernama Kiai Haji Sujai.
Diketahui, Mamah Dedeh pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA). Hal tersebut adalah keinginan dari ayah Mamah Dedeh yang merupakan seorang mubalig. Di sisi lain, Mamah Dedeh memiliki cita-cita menjadi pelukis.
Akhirnya, Mamah Dedeh melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Syarief Hidayatullah atau Universitas Islam Negeri demi menuruti keinginan sang ayah. Saat itu, Mamah Dedeh menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah (pendidikan).
Kemudian, Mamah Dedeh menikah dengan kakak kelasnya, Syarifuddin. Saat itu, ia memasuki kuliah tahun ketiga pada 1970. Setelah lulus, Mamah Dedeh tinggal bersama suami di rumah mertua Tanah Abang, Jakarta dan pindah ke Depok lima tahun kemudian. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak.
Perjalanan Karier Mamah Dedeh
Mamah Dedeh rupanya sudah terbiasa untuk berceramah dari satu tempat ke tempat lain sejak masih Sekolah Dasar (SD). Kebiasaan berceramah tersebut tetap dilakukannya hingga menempuh pendidikan di IAIN Syarief Hidayatullah.
Saat sudah pindah ke Depok, Mamah Dedeh diminta mengisi pengajian di lingkungannya. Hingga akhirnya, ia juga berceramah dari RW ke RW hingga antar kampung.
Tahun 1994, Mamah Dedeh pun diminta oleh Benyamin Sueb, pemilik Bens Radio untuk mengisi program Ngaji setiap Jumat. Ia mendapat kesempatan lantaran salah satu anak asuhnya yang bekerja di radio mengusulkan nama Mamah Dedeh pada Benyamin Sueb yang sedang mencari penceramah perempuan.
Mamah Dedeh lalu siaran di Bens Radio dengan ciri khasnya yang ceplas-ceplos. Program itu pun mendapat respons baik dari penggemar. Dari situ, Mamah Dedeh diminta mengisi dakwah di Indosiar dengan tajuk “Mamah dan Aa” pada 2007.
Namanya pun semakin dikenal dan mendapat banyak undangan dari ibu-ibu pengajian hingga pejabat menteri. Bahkan, ia telah berkeliling ke seluruh kota-kota di Indonesia untuk berdakwah.
Tak hanya memberikan ceramah melalui visual, audio, dan tatap muka, Mamah Dedeh juga berdakwah dengan buku. Buku pertama yang ia tulis adalah “Curhat ke Mamah Dedeh: Menuju Keluarga Sakinah”.
Mamah Dedeh semakin eksis di televisi dan dipercaya mengisi beragam program dengan nama berbeda, tetapi dengan nama Mamah. Beberapa program yang dipandunya adalah Mamah dan Aa, Ceramah (ceria Bersama mamah), Mamah On The Street, Mamah dan Aa Beraksi, serta Hati ke Hati bersama Mamah Dedeh.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












