Pengumuman Jadwal dan Persiapan untuk Thomas Cup 2026
Thomas Uber Cup 2026 akan digelar pada 24 April hingga 3 Mei mendatang. Turnamen beregu ini menjadi ajang bergengsi yang menarik perhatian seluruh dunia dalam bidang bulutangkis. Sejumlah negara telah memastikan kualifikasi mereka, termasuk Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026.
Di Eropa, ajang kejuaraan beregu masih berlangsung hingga akhir pekan ini. Namun, dua negara yaitu Prancis dan Denmark sudah pasti lolos ke Thomas Cup 2026. Kedua negara tersebut bertemu di final European Women Men Teams Championships 2026, Minggu (15/2/2026). Kekuatan Prancis di dunia bulutangkis terus berkembang, terutama di sektor tunggal putra.
Kekuatan Prancis di Sektor Tunggal Putra
Prancis memiliki tiga partai tunggal putra yang kuat, termasuk Alex Lanier, Christo Popov, dan Toma Junior Popov. Dua tahun lalu, Prancis masih mengandalkan dua kakak-beradik, Toma Junior Popov dan Christo Popov. Kini, mereka diperkuat oleh Alex Lanier, yang berpotensi besar dibawa ke Thomas Cup 2026 sebagai tunggal pertama.
Di sektor tunggal kedua dan ketiga, Prancis menurunkan Christo dan Toma Junior Popov. Jika harus kecolongan di sektor ganda, Prancis masih bisa mengandalkan tiga tunggal putra mereka. Kekuatan mereka bahkan sudah mampu mengimbangi Denmark sebagai tim terkuat di Eropa saat ini.
Prancis melangkah ke final Kejuaraan Beregu Eropa 2026 setelah mengalahkan Swedia yang juga membuat kejutan apik dengan mengamankan medali perunggu. Di laga puncak, mereka akan melawan Denmark selaku juara bertahan.
Antusiasme dari Pihak Denmark
Daniel Lundgaard, ganda putra Denmark, sangat antusias menghadapi duel antara Prancis dan Denmark. Ia mengatakan bahwa pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang gila. “Tidak diragukan lagi bahwa mereka (Prancis) memiliki 3 pemain tunggal yang sangat bagus, tetapi saya pikir kami akan berhasil menang besok,” tambahnya percaya diri.
Sementara itu, Toma Junior Popov juga tak sabar menanti final melawan Denmark. Popov berharap bahwa tahun inilah saatnya Prancis bersinar menjadi juara beregu Eropa. “Kami memiliki tim yang kuat, dan kami semakin kuat setiap tahunnya, jadi kami berharap ini adalah tahun yang tepat.”
Potensi Pemain Muda Merah Putih
Memiliki pemain muda menjanjikan seperti Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tidak membuat Indonesia lepas dari tantangan menghadapi Thomas Cup 2026. Kejuaraan Beregu Asia 2026 yang digelar di Qingdao, China menjadi tolok ukur kekuatan tim putra Merah Putih sebelum menjejakkan kaki ke ajang yang lebih tinggi.
Kemunculan Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah untuk sektor tunggal putra dan duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi tanda positif regenerasi Indonesia. Di sisi lain, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang debut pada pertengahan tahun 2025 lalu sebagai racikan baru juga kian menggeliat di level dunia.
Selain itu, masih ada duet non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang bisa menjadi penentu dan membantu Indonesia di masa krusial.
Evaluasi Performa Pemain
Ketua Bidang Pengembangan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan tim putra tak boleh terlena mengingat ada pemain yang menunjukkan performa yang kurang sesuai harapan. “Performa beberapa pemain tidak sesuai harapan,” kata Eng Hian. “Ini tentu akan menjadi evaluasi untuk meningkatkan performa tim putra menjelang Piala Thomas.”
Ungkapan dari Eng Hian tersebut menjadi alarm bagi sejumlah nama yang tidak begitu mumpuni ketika membela Indonesia pada ajang Kejuaraan Beregu Asia 2026 lalu. Tantangan mengerucut untuk mencari ganda putra pelapis saat Fajar/Fikri dan Sabar/Reza kian mapan dengan status mereka di peringkat 10 besar dunia.
Masalah di Sektor Ganda Putra
Duet Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat sampai Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tak begitu optimal. Menurut laporan Kompas.id, sektor ganda putra yang menjadi jaminan poin Indonesia hanya menorehkan 3 kemenangan dari total 8 laga sejak penyisihan hingga semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Pola permainan Leo/Bagas belum memiliki patern, atau corak yang mumpuni di mana hal itu terlihat saat menghadapi Malaysia pada babak perempat final. Sementara itu, Raymond/Joaquin juga sempat kesulitan di ajang ini di mana mereka hanya mencatatkan 1 kemenangan dari total 3 laga yang dijalani.
Masalah di Sektor Tunggal Putra
Kedalaman skuad untuk sektor ganda putra patut dimiliki jika ingin melangkah jauh pada turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia tersebut. Bergeser ke sektor tunggal putra, amunisi ketiga untuk nomor ini juga masih belum pasti arahnya meski sudah ada 2 pilar yaitu Jonatan Christie dan Alwi Farhan.
Jonatan dan Alwi sendiri tidak ikut serta pada Kejuaraan Dunia 2026 di mana untuk sektor ini diplot untuk pemain pelapis seperti Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed, Prahdiska Bagas Shujiwo hingga Richi Duta Ricardo.
Dilema dengan Anthony Sinisuka Ginting
Dilema kian terlihat setelah Anthony Sinisuka Ginting menjadi tunggal putra ke-3 pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 lalu. Keuntungan dari sisi strategi akan dimiliki Indonesia jika masih memanggil Anthony yang menjadi bagian dari kesuksesan saat merebut gelar Thomas Cup 2020 lalu. Langkah ini tentu memiliki risiko tersendiri jika diplot sebagai tunggal putra ketiga untuk Thomas Cup 2026 lantaran pemain asal Cimahi, Jawa Barat itu belum berada dalam level terbaik lagi.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












