Profil Pemilik Smart Aviation dan Insiden Penembakan yang Menimpa Maskapai
Smart Aviation, atau lebih dikenal dengan nama Smart Air, adalah salah satu maskapai penerbangan perintis yang beroperasi di wilayah-wilayah terpencil Indonesia. Salah satu hal yang membuatnya menjadi sorotan publik adalah insiden penembakan yang terjadi pada 11 Februari 2026. Namun, kejadian ini bukanlah pertama kalinya maskapai tersebut menjadi korban serangan.
Sebelumnya, Smart Air juga pernah menjadi sasaran penembakan di wilayah Papua. Maskapai ini memang kerap melakukan penerbangan di rute-rute yang sulit diakses melalui kendaraan darat. Oleh karena itu, masyarakat setempat sering menggunakan pesawat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang jauh dari akses transportasi biasa.
Pada insiden terbaru ini, dua orang menjadi korban. Mereka adalah Egon Irawan, pilot utama, dan Baskoro, co-pilot. Keduanya ditemukan tewas tertembak di landasan tempat pesawat Smart Air terparkir setelah mendarat. Insiden ini mengguncang dunia penerbangan dan mengangkat kembali isu keamanan di daerah-daerah terpencil seperti Papua.
Berdasarkan catatan Tribunnews.com, sejak 2023 hingga 2026, sudah terjadi tiga kali aksi penembakan terhadap pesawat Smart Air. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian-kejadian tersebut. Hal ini menjadikan sosok pemilik Smart Air sebagai objek perbincangan.
Siapa Pemilik Smart Air?
Smart Air berada di bawah kendali PT Smart Cakrawala Aviation. Perusahaan ini dimiliki oleh Pongky Majaya. Lahir pada 25 Juni, Pongky telah lama berkecimpung dalam dunia penerbangan. Selain berbisnis di bidang transportasi udara, ia juga aktif dalam bisnis penukaran mata uang asing melalui PT Dinamis Citra Swakarsa (SMARTdeal), yang didirikan sejak tahun 1998.
Menurut informasi dari Instagram @smart.cakrawala.aviation, Pongky awalnya bermimpi menjadi seorang pilot. Namun, takdir membawanya menjadi pemimpin Smart Aviation, yang berkontribusi besar dalam pembangunan berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah timur. Ia juga berjasa dalam mengorbitkan pilot-pilot baru untuk industri penerbangan di Indonesia.
Pongky menyatakan bahwa ia mendirikan Smart Air pada tahun 2016. “Dan kita mendapatkan sertifikasi AOC 135 di 2018 bulan Agustus,” katanya. Sertifikat AOC 135 adalah dokumen resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang memberi wewenang kepada perusahaan penerbangan untuk melakukan angkutan udara komersial, seperti charter, charter non-berjadwal, atau commuter.
Pertumbuhan Perusahaan dan Layanan yang Ditawarkan
Awalnya, Pongky hanya mengoperasikan tiga pesawat jenis caravan untuk melayani foto udara. Dengan waktu yang semakin lama, PT Smart Cakrawala Aviation mulai melebarkan sayapnya dengan menambah armada-armadanya. Saat ini, perusahaan mengoperasikan 16 unit caravan, 3 unit pilatus, 3 unit cessna 172, dan 1 unit helikopter H130.
Selain layanan pengangkutan penumpang, perusahaan juga menyediakan layanan modifikasi cuaca. Fokus utama operasi perusahaan tetap berada di wilayah Kalimantan dan Papua.
Pongky yakin bahwa penerbangan adalah pintu masuk untuk mengembangkan pariwisata di daerah-daerah terpencil. Langkah strategis ini dibuktikan dengan investasi besar-besaran yang dilakukan oleh Pongky.
Pembelian Pesawat Seharga Rp400 Miliar
Dikutip dari TribunPapuaTengah.com, Pongky melakukan kejutan besar pada ajang Singapore Airshow 2024. Ia memborong lima unit pesawat baru dari Textron Inc. Dana segar sekitar Rp400 miliar digunakan untuk membeli empat unit Cessna Caravan C208EX dan satu unit Sky Courier C408.
Langkah ini membuktikan kondisi arus kas perusahaan yang sangat sehat meski beroperasi di sektor penerbangan perintis yang berisiko tinggi. Pembelian tunai tersebut sekaligus mengukuhkan dominasi Smart Air sebagai salah satu operator udara swasta terbesar di wilayah Indonesia Timur.
Detik-Detik Kejadian Penembakan di Korowai Batu
Kepala Polres Boven Digoel, Ajun Komisaris Besar Wisnu Perdana Putra, membeberkan detik-detik kejadian. Semua bermula saat pesawat Smart Air yang dipiloti Egon Irawan lepas landas dari Tanah Merah, ibukota Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Rencananya pesawat akan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Korowai Batu.
Perjalanan lancar hingga tiba di tujuan pada pukul 11.00 WIT. Setelah mendarat, pesawat langsung dihujani tembakan orang tak dikenal. Awak pesawat dan para penumpang turun dan berusaha menyelamatkan diri dengan lari ke arah hutan. Sayangnya, para pelaku penembakan mengejar mereka.
Pada pukul 13.00 WIT, pilot dan co-pilot ditemukan tewas. “Keduanya dikejar oleh para pelaku, kemudian dibawa kembali dari dalam hutan ke lapangan terbang dan dieksekusi di sana,” kata Wisnu.
Wisnu juga memastikan seluruh penumpang selamat. Sedangkan pesawat masih berada di landasan pacu Lapter Korowai Batu.
Identitas Korban Selamat
Berikut identitas korban selamat dari insiden tersebut:
* Yance Bemanop
* Limu Gurik
* Yanduk Kogoya
* Turis Magai
* Emira Wonda
* Anak Kimis
* Dualima Kogoya
* Imantinus Kahipka
* Irvan Kahipka
* Samuel Jitmau
* Pania Mialka
* Topius Kogoya
* Tialongga Kogoya
Bukan Kejadian Pertama
Kasus penembakan terhadap pesawat Smart Air bukan kali ini saja terjadi. Pada 18 Juli 2023, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bawah komando Keny Tipagau menembaki pesawat Smart Air. Lokasi kejadian berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Pada 8 Juli 2024, kejadian kembali terulang. Pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNH ditembaki KKB di Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Pesawat terbang dari Kabupaten Nabire dan hendak mendarat di Lapangan Terbang Sinak, Kabupaten Puncak. Saat hendak mendarat, KKB tiba-tiba memberondong pesawat hingga mengenai baling-baling Smart Air pada pukul 11.40 WIT.
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Bayu Suseno memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, pesawat tetap mendarat serta menurunkan penumpangnya di Sinak,” ungkap Bayu.











