Hasan, Sopir Ojol Dianiaya Benda Tumpul di Jakarta Barat, Pelaku Anggota TNI

Penganiayaan terhadap Driver Ojol di Kembangan, Jakarta Barat

Sebuah kejadian penganiayaan terhadap seorang driver ojek online (ojol) di Kembangan, Jakarta Barat, kini menjadi perhatian publik. Kejadian ini berawal dari kesalahpahaman alamat saat Hasan, korban, sedang mengantar penumpang. Peristiwa ini viral di media sosial setelah video kejadian dan narasi korban beredar.

Awal Kejadian

Peristiwa terjadi pada Kamis dini hari, 5 Februari 2026. Hasan, yang sedang dalam kondisi on bid, mendapatkan penumpang bernama Nur. Penumpang tersebut meminta diantar ke Jalan Haji Lebar, rumah pelaku. Namun, karena penumpang tidak tahu jalan, Hasan mengikuti titik peta di aplikasi. Sesampainya di lokasi, penumpang menyebut alamat itu salah.

Hasan mencoba mengecek titik merah di peta yang mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, sekitar dua kilometer dari titik awal. Meskipun begitu, ia masih belum menemukan alamat yang benar. Ia lalu meminta penumpangnya menelepon pelaku untuk memastikan alamat. Telepon itu kemudian diserahkan kepadanya.

Konfirmasi Alamat

Saat Hasan mencoba bertanya, pelaku justru marah-marah. Ia menantang Hasan dengan nada kasar. “Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!” ujar pelaku. Hasan mencoba menjelaskan bahwa ia hanya ingin memastikan alamat. Namun, pelaku semakin emosi.

Meski ragu, Hasan tetap mengantar penumpang karena kasihan melihat perempuan itu sendirian di malam hari. Ia memutuskan untuk mengantarkan ke lokasi yang dituju.

Cekcok hingga Dipukul Besi

Sesampainya di lokasi, seorang pria yang disebut sebagai anak pelaku sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang. Ia menyalahkan Hasan atas kesalahan alamat. Cekcok pun tak terhindarkan. Anak pelaku menendang motor Hasan hingga memicu perkelahian.

Di tengah keributan, pelaku keluar rumah membawa batang besi dan langsung menyerang Hasan. “Bapaknya ini, saya perkirakan usia 40 sampai 50 tahun ke atas lah. Dia datang bawa besi dan mukul kepala saya,” ucap Hasan.

Hasan mengalami luka berdarah di dahi kiri akibat pukulan tersebut. Warga yang ada di lokasi langsung menghentikan aksi tersebut.

Penanganan oleh Pihak Berwajib

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kembangan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung.

Pihak kepolisian juga sedang mendalami informasi terkait identitas terduga pelaku. Awalnya sempat beredar isu bahwa pelaku merupakan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), namun hal ini dibantah.

Asisten Intelijen Komandan Paspampres, Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, memastikan bahwa terduga pelaku bukan berasal dari kesatuan Paspampres. Ia mengatakan bahwa pelaku adalah anggota Denma Mabes TNI.

Klarifikasi Internal

Setelah isu tersebut mencuat, pihak Paspampres melakukan klarifikasi internal. Menurut Junaidi, penanganan perkara dipastikan berada di bawah kewenangan Mabes TNI.

Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Aparat memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *