Dispenser Bensin Tua di Balik Kecanggihan BYD Di-Space



Pada hari itu, 15 Januari, rombongan jurnalis dari Indonesia tiba di Di-Space, sebuah museum sains yang terletak di Zhengzhou, Henan, Tiongkok. Tempat ini merupakan pusat pameran perkembangan teknologi BYD Group, yang menampilkan ratusan display tentang inovasi dalam industri kendaraan listrik.



Selain menampilkan perkembangan industri modern, perjalanan melalui sejarah BYD dimulai dari masa kuno dengan diorama kereta kuda sebagai alat transportasi. Dengan keterangan awal mula bisnis mobil bertenaga uap, pengunjung bisa memahami bagaimana perjalanan teknologi mulai berawal.



Salah satu sudut yang menarik adalah dispenser bahan bakar yang sudah usang dan tertinggal. Kontrasnya dengan lingkungan futuristik di sekitarnya membuatnya menjadi simbol bahwa era mobil bahan bakar telah berakhir, kini digantikan oleh energi terbarukan. Letaknya dekat dengan diorama transportasi zaman kuno dan mobil bensin yang kondisinya tidak terawat. Hal ini memberikan pesan kuat kepada generasi muda Tiongkok yang mengunjungi museum tersebut.

Di sisi lain, terdapat runutan perjalanan BYD yang membantu pengunjung memahami sejarah perusahaan. Menurut cerita, BYD didirikan di Kota Buji, Shenzhen pada tahun 1994. Mereka memulai bisnis dengan memproduksi baterai isi ulang dan akhirnya mewujudkan mimpi mereka.



Pada tahun 1996, BYD melakukan penelitian mengenai baterai nikel berkapasitas tinggi untuk sepeda listrik. Pada tahun yang sama, perusahaan ikut serta dalam Bursa Teknologi Kendaraan Listrik dan Kendaraan Bahan Bakar Alternatif Internasional di Beijing.



Pada tahun 1997, BYD menjadi perusahaan pertama di Tiongkok yang memproduksi baterai lithium-ion. Perusahaan juga mempelajari material lithium-ion baru dengan kepadatan energi tinggi, yaitu 1000 Wh/l, yang dibutuhkan untuk baterai sepeda listrik. Selain itu, BYD mengembangkan mobil bertenaga baterai pertama mereka.

Pada Konferensi Pertukaran Teknologi Sepeda Listrik Nasional, para ahli sepakat bahwa baterai lithium-ion yang dikembangkan BYD merupakan sumber energi penggerak terbaik untuk mempromosikan sepeda listrik ramah lingkungan.

Pada tahun 2000, BYD menjadi pemasok baterai lithium-ion pertama untuk Motorola dari Tiongkok. Lalu pada tahun 2002, BYD menjadi pemasok baterai ion perak pertama Nokia dari Tiongkok. Mereka juga memulai riset dan pengembangan baterai besi fosfat.

Pada tahun 2003, BYD mulai mengembangkan mobil listrik. Tahun 2004, mereka memproduksi mobil konsep ET dan mobil listrik berkinerja tinggi bernama BYD F3.

Tahun 2008 menjadi tahapan penting dalam memperoleh, menyimpan, dan menerapkan energi surya pada kendaraan listrik. BYD F3M, mobil hybrid pertama, diluncurkan. Mobil ini tidak membutuhkan stasiun pengisian daya khusus karena menggunakan teknologi plug-in hybrid.

Tahun 2010, Strategi Transportasi Publik Perkotaan 2010 diusulkan dalam Kongres Kendaraan Listrik Dunia ke-25. Hal ini membuka peluang penggunaan energi baru di sektor transportasi publik seperti taksi dan bus. Tahun ini juga diproduksi mobil listrik e6 yang saat ini bisa ditemui sebagai taksi di Jakarta.

Tahun 2016, BYD memasuki industri transportasi kereta dengan pendekatan dua arah, yaitu pengendalian polusi dan kemacetan lalu lintas.

Pada tahun 2018, BYD membuka akses ke 341 sensor dan 66 fungsi kontrol kendaraan, menjadi perusahaan pertama di dunia yang membuka sistem perangkat keras otomotifnya. Elektrifikasi menjadi bagian pertama, sedangkan inteligensi menjadi bagian kedua.

Tahun 2021, BYD meluncurkan platform khusus kendaraan listrik murni, Platform 3.0. Mereka juga meluncurkan teknologi dan model kendaraan super hybrid DM-1, mempercepat revolusi kendaraan bensin yang terjangkau. Selain itu, BYD membangun sistem transit kereta api berkapasitas rendah, tanpa pengemudi, dan berbahan bakar baru pertama di dunia.

Pada tahun 2022, produksi kendaraan bensin akan dihentikan. Teknologi kendaraan baterai terintegrasi CTB masuk dalam daftar Fortune Global 500 untuk pertama kalinya. Tahun ini juga diproduksi Denza D9.

Tahun 2023, BYD meluncurkan merek kelas atas dan kemitraan merek yang dipersonalisasi. Mereka juga meluncurkan platform teknologi perawatan mudah dan sistem kontrol kendaraan cerdas berbasis Cloud untuk memproduksi mobil ke-6 juta mereka.

Yang tidak kalah menarik adalah pengembangan teknologi hybrid. BYD lebih suka menyebutnya DM atau Dual Mode ketimbang Hybrid atau PHEV. Jika BYD identik dengan mobil listrik, itu tidak salah. Namun, jangan lupakan bahwa mereka juga gencar melakukan riset dan pengembangan produk dengan teknologi DM.

Mulai dari DM 1.0 yang digunakan pada tahun 2008. Ini merupakan generasi pertama DM, diluncurkan dan dipasang pada mobil Plug-in Hybrid produksi massal pertama di dunia F3DM.

Pada 2013, BYD merilis DM generasi kedua yang disebut pemimpin dan mengusung strategi 542. Yaitu 5 hari pemakaian penuh, kemampuan listrik penuh selama 4 jam. Menjadi mobil plug-in hybrid paling laku secara global.

Pada tahun 2018, BYD merilis teknologi DM generasi ketiga dengan penambahan motor listrik. Hasilnya, daya meningkat 19% dibanding generasi kedua. Konsumsi BBM lebih efisien 30% dibanding model sejenis di industrinya.

Selanjutnya pada 2021, BYD merilis teknologi DM generasi keempat yang mengganggu kendaraan bahan bakar. DM generasi ini punya tiga fokus. DM-i yaitu cerdas. Merujuk pada kecerdasan, penghematan energi, dan efisiensi tinggi. Ini untuk memuaskan konsumen yang menginginkan konsumsi BBM lebih rendah.

Lalu DM-P yang berarti kuat. Mengacu pada performa yang dahsyat dengan penggerak empat roda listrik yang superkuat. Lalu DM-O atau off-road. Dibangun untuk off-road dan menciptakan era baru kendaraan off-road listrik.

Pada 2024, BYD merilis teknologi DM Generasi Kelima. Menampilkan tiga arsitektur inovatif untuk mencapai performa terbaik. Model terbaru ini dinamakan Thai LDM-1 dan Haiyue 06DM-1. Konsumen bahan bakar yang diraih 2,9 liter per 100 kilometer. Jarak tempuh gabungan mencapai 2.100 km dengan tangki bensin penuh dan baterai penuh.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *