Aurelie Moeremans Menghadapi Serangan Buzzer dengan Kepala Dingin
Aurelie Moeremans, aktris sekaligus penulis yang kini menjadi sorotan publik, mengungkapkan bahwa ada tokoh dari masa lalunya yang diduga mencoba melancarkan serangan melalui buzzer. Namun, ia justru menanggapi situasi ini dengan sikap tenang dan penuh keyakinan.
Novel terbarunya, Broken Strings, telah viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Namun, bukan hanya isi buku yang menjadi fokus utama, tetapi juga drama yang muncul setelah peluncurannya. Novel ini menceritakan kisah kelam tentang hubungan tidak sehat dan praktik child grooming yang dialami Aurelie di masa lalu.
Meski peristiwa tersebut telah berlalu sekitar 16 tahun, rupanya luka lama itu kembali memicu reaksi keras dari pihak tertentu yang merasa tersentil oleh narasi dalam buku tersebut. Berbeda dengan ketakutan yang pernah ia rasakan saat masih remaja, Aurelie kini menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tekanan.
Dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya, Aurelie mengungkapkan bahwa reaksi keras tersebut muncul hampir bersamaan dengan dirilisnya buku Broken Strings. Bahkan, ketika belum banyak orang yang sempat membacanya, sudah ada pihak yang aktif membuat pernyataan yang dinilai intimidatif.
“Begitu buku aku rilis, langsung ada satu pihak yang sibuk live di media sosial dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut aku sifatnya sangat intimidatif,” ujar Aurelie.
Aktivitas Media Sosial Roby Tremonti
Pernyataan Aurelie selaras dengan pengamatan warganet yang menyoroti aktivitas media sosial aktor Roby Tremonti. Sosok yang pernah menikahi Aurelie secara kontroversial pada tahun 2011 itu tampak aktif membuat konten serta siaran langsung yang dinilai menyindir kisah dalam novel Broken Strings.
Aurelie mengakui bahwa ketakutan terbesarnya saat memutuskan merilis buku tersebut adalah kemungkinan menghadapi ancaman serupa seperti yang ia alami ketika masih duduk di bangku SMA. Namun, perempuan berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa dirinya kini bukan lagi remaja 16 tahun yang mudah diintimidasi.
“Walaupun kejadiannya sudah 16 tahun lalu, rasanya sampai sekarang tokoh di buku ini masih memantau setiap langkah aku,” ungkap Aurelie.
Upaya Sistematis untuk Menjatuhkan Nama
Situasi semakin memanas ketika Aurelie menyebut adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan namanya. Ia mengungkap bahwa ada pihak yang diduga mencoba menyewa influencer dan buzzer dengan imbalan uang untuk menyerangnya di ruang publik.
Alih-alih merasa tertekan, respons Aurelie justru mengejutkan banyak pihak. Ia dengan santai menyatakan mempersilakan para buzzer menerima bayaran tersebut, menegaskan bahwa dirinya kini telah memiliki bukti baru terkait kasus child grooming yang pernah dialaminya.
“Ada yang kontak aku bilang bahwa ada satu pihak yang mau menjatuhkan nama aku dengan kasih imbalan. Aku sampai ngomong ke salah satu, kayak ‘Ambil aja, lumayan’,” ujar Aurelie.
“Aku sih santai banget ya, mau bayar berapa buzzer pun nggak ngaruh. Orang Indonesia tuh udah lebih mengerti,” tambahnya.
Peringatan untuk Pihak yang Mengancam
Kendati terlihat santai dan tidak ingin memperpanjang masalah, bintang film Story of Kale itu memberikan peringatan. Ia mengaku kini memegang bukti-bukti baru yang dikirimkan oleh orang-orang yang pernah berurusan dengan tokoh tersebut.
“Semua dari buku aku keluar, ada beberapa orang yang kontak aku, dan kasih aku bukti-bukti yang tadinya aku nggak punya,” jelasnya.
“Kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut terus, ya mungkin sebaiknya aku nggak diam aja kayak dulu ya,” pungkas Aurelie.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











