JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Beberapa saham berkapitalisasi besar seperti BRMS, AMMN, dan TLKM tercatat menguat di awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat sebesar 0,09% ke posisi 9.000,64. Dari ratusan konstituen yang ada, sebanyak 268 saham menguat, 223 melemah, dan 467 saham stagnan.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi yang teratas dalam penguatan saham berkapitalisasi jumbo, dengan kenaikan sebesar 2,85% ke Rp1.265 per saham. Diikuti oleh saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang naik 1,30% ke Rp7.775, serta saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang menguat 1,07% ke Rp3.780.
Penguatan juga dialami oleh saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang naik 0,63% ke Rp12.025 dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menguat 0,37% ke Rp6.850 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham milik Prajogo Pangestu menunjukkan kinerja yang lesu pada pembukaan perdagangan. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) terkoreksi 2,91% ke Rp2.670 per saham. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga melemah 0,79% ke Rp9.425, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) melemah 1,01% ke Rp1.465, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) terkoreksi 2,48% ke Rp1.770 per saham.
Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 0,20% ke Rp4.970 dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 0,79% ke Rp3.780 per saham.
Dari jajaran saham blue chip dalam indeks LQ45, penguatan dipimpin oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang naik 2,64% ke Rp2.720, diikuti saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang naik 2,51% ke Rp8.175, dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 2,37% ke Rp4.320.
Penguatan juga dialami oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang naik 2,16% ke Rp3.310, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menguat 1,90% ke Rp805, atau saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik 1,37% ke Rp27.825.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memprediksi bahwa IHSG masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Support IHSG diprediksi berada pada level 8.8.945 dengan resistance pada level 9.074.
“Meski risiko geopolitik cenderung mereda, ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang, tecermin dari harga emas yang bertahan di atas US$4.900/ons. Pasar hari ini akan mencermati keputusan suku bunga BoJ serta rilis M2 Money Supply Indonesia sebagai katalis arah selanjutnya,” katanya dalam risetnya, Jumat (23/1/2026).
Dalam riset terpisah, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan IHSG melemah dua hari beruntun dan ditutup di level 8.992,2, pertama kalinya kembali di bawah 9.000 sejak pertengahan pekan lalu.
Tekanan jual investor asing masih berlanjut dengan net foreign outflow dua hari mencapai sekitar Rp3,2 triliun atau sekitar US$190 juta. Asing terutama melepas saham perbankan besar, seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI. Saham BBCA tercatat membukukan outflow terbesar Rp2,6 triliun.
“Sentimen pasar masih didominasi kekhawatiran terhadap isu independensi Bank Indonesia yang dinilai dapat menambah ketidakpastian dan meningkatkan premi risiko aset Indonesia,” tulisnya.
Dalam kondisi ini, Rully melihat sektor komoditas—seperti batu bara, nikel, dan emas—serta emiten berorientasi ekspor berpotensi menjadi penopang kinerja IHSG ke depan.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, mengatakan IHSG kemarin ditutup turun 0,2%, disertai dengan net sell asing sekitar Rp964 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, ANTM, BBNI dan BBRI.
“IHSG berpotensi rehound hari ini dengan support 8.950—8.980 dan resistance 9.050–9.100,” paparnya dalam riset, Jumat (23/1/2026).
Pada perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham BUMI, PNLF, TOBA, GOTO, BBCA, dan VKTR sebagai trading idea.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












